Sabtu, 10 Desember 2011

APAKAH MUT'AH ITU NIKAH?

Argumentasi Syiah tentang halalnya apa yg disebut hubungan mut'ah dengan ayat 4:24 tidak lain adalah dengan membelokkan makna dan tujuan dari ayat tersebut dan mengeluarkan konteks ayat tersebut dari ayat sebelum dan sesudahnya dan juga tidak melihat bahwa al_Quran itu merupakan satu kesatuan dan ayat yang satu merupakan penjelasan bagi ayat yang lain. Contoh yang juga sangat mencolok adalah pada kasus kata "Ahlul Bait" pada ayat 33:33 yang juga dikeluarkan dari konteks-nya agar bisa dipesongkan maknanya menjadi orang-orang tertentu di luar konteks ayat tersebut.
Nah sekarang kita lihat konteks kata TAM-TA'-TUM pada ayat tersebut:

Dan janganlah kamu NIKAHI :
- wanita-wanita yang telah dikawini oleh ayahmu, terkecuali pada masa yang telah lampau. Sesungguhnya perbuatan itu amat keji dan dibenci Allah dan seburuk-buruk jalan (yang ditempuh). Diharamkan atas kamu (meNIKAHI)
- ibu-ibumu;
- anak-anakmu yang perempuan;
- saudara-saudaramu yang perempuan,
- saudara-saudara bapakmu yang perempuan;
- saudara-saudara ibumu yang perempuan;
- anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki;
- anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan;
- ibu-ibumu yang menyusui kamu;
- saudara perempuan sepersusuan;
- ibu-ibu istrimu (mertua);
- anak-anak istrimu yang dalam pemeliharaanmu dari istri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan istrimu itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu mengawininya; (dan diharamkan bagimu)
- istri-istri anak kandungmu (menantu); dan
- menghimpunkan (dalam perkawinan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, dan (diharamkan juga kamu meNIKAHI)
- wanita yang bersuami, kecuali MAA-MALAKAT-AIMAA-NUKUM, (Allah telah menetapkan hukum itu) sebagai ketetapan-Nya atas kamu.  
Dan dihalalkan bagi kamu selain yang demikian (yaitu) mencari istri-istri dengan hartamu untuk diNUKAHI bukan untuk berzina. Maka APA YG KAMU SEMUA TELAH BERSENANG-SENANG DENGANNYA DARI MEREKA (para isteri), maka berikanlah kepada mereka maharnya (dengan sempurna), sebagai suatu kewajiban; dan tiadalah mengapa bagi kamu terhadap sesuatu yang kamu telah saling merelakannya, SESUDAH MENENTUKAN MAHAR ITU.
Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
Dan barang siapa di antara kamu (orang merdeka) yang tidak cukup perbelanjaannya untuk meNIKAHIi wanita merdeka lagi beriman, maka (ia boleh meNIKAHI) wanita yang beriman, dari "maa-malakat aimaanukum" (orang-orang yg dalam kekuasaanmu).
Allah mengetahui keimananmu; sebahagian kamu adalah dari sebahagian yang lain, karena itu NIKAHILAH mereka dengan seizin tuan mereka dan berilah maskawin mereka menurut yang patut, sedang mereka pun wanita-wanita yang memelihara diri, bukan pezina dan bukan (pula) wanita yang mengambil laki-laki lain sebagai piaraannya; dan apabila mereka telah menjaga diri dengan kawin, kemudian mereka mengerjakan perbuatan yang keji (zina), maka atas mereka separo hukuman dari hukuman wanita-wanita merdeka yang bersuami. Itu adalah bagi orang-orang yang takut kepada kesulitan menjaga diri (dari perbuatan zina) di antaramu, dan kesabaran itu lebih baik bagimu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (4:22-25)

Jadi kalau TIDAK DIKELUARKAN DARI konteksnya, ayat di atas -salah satunya- berisi tentang kewajiban membayar mahar setelah akad nikah yang harus dibayarkan jika sang suami telah bersenang-senang dengan isterinya. Ini terlihat dari kalimat berikutnya "tiadalah mengapa bagi kamu terhadap sesuatu yang kamu telah saling merelakannya, SESUDAH MENENTUKAN MAHAR ITU"

Tidak terbayang sama sekali sedang berbicara tetang apa yang disebut "NIKAH (yg sebenarnya bukan nikah) MUT'AH". Dan kalau kita mengakui bahwa ajaran AL-Quran itu merupakan satu kesatuan maka ayat-ayat tentang NIKAH ini juga harus dikaitkan dengan ayat-ayat lainnya tentang NIKAH.

Al-Quran mengajarkan bahwa Nikah itu tergolong sebagai "mistaqon gholidhon" (4:21), sebuah kata yang juga digunakan dalam konteks perjanjian para Nabi dengan Allah (33:7). Jadi bukan sembarang perjanjian atau perjanjian main-main.

Karena kuatnya ikatan tersebut, suami isteri yang sudah menikah tidak begitu saja bisa berpisah/ bercerai. Jika timbul masalah harus didamaikan dahulu dalam rangka islah dengan mediator hakam dari pihak suami ataupun pihak isteri:

4:35 Dan jika kamu khawatirkan ada persengketaan antara keduanya, maka kirimlah seorang hakam dari keluarga laki-laki dan seorang hakam dari keluarga perempuan. Jika kedua orang hakam itu bermaksud mengadakan perbaikan, niscaya Allah memberi taufik kepada suami-istri itu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

Sulitnya proses cerai juga nampak dari perlunya dua orang saksi ketika terjadi proses perceraian (65:2). Jadi tidak asal terlontar kata cerai dari suami, lantas terjadi cerai. Dan sebaliknya, bila sudah terlanjur cerai, didorong untuk rujuk dan proses rujuknya pun begitu mudah (baca ayat-ayat berikut: 2:228,229,231; 65:2).

Karena ayat-ayat Al-Quran merupakan SATU kesatuan ajaran Islam, maka ayat tentang nikah semestinya merupakan satu paket ajaran dengan ayat-ayat tentang cerai dan ayat-ayat lainnya tentang berkeluarga.

Dengan demikian gambaran NIKAH sesuai ajaran AL-Quran itu jauh sekali dengan MUT'AH, sehingga BID'AH Mut'ah ini tidak layak disebut Nikah.

Karena Mut'ah merupakan bid'ah, maka sebagai konsekuensinya si penggagasnya harus menciptakan bid'ah-bid'ah lanjutannya, misalnya dalam hal aturan iddah dari si wanita bekas di-mut'ah, aturan pewarisan anak produk mut'ah dll. yang semuanya tidak ada di Al-Quran.

Dengan kacamata Al-Quran, hubungan sex yang putusnya tidak mengenal proses cerai itu lebih layak disebut ZINA.

Dari manakan kemungkinan ajaran Mut'ah berasal?

Sebagaimana kita ketahui, bahwa ajaran yang menyimpang pada suatu agama itu biasanya terjadi akibat pengaruh (baik disengaja atau tidak) keyakinan atau doktri yang sudah ada di daerah dimana ajaran yang asli tersebut berkembang.

Umumnya muslim mengakui bahwa ajaran trinitas pada agama Nasrani itu tidak asli ajaran Yesus/ Nabi Isa, tetapi akibat pengaruh keyakinan msyarakat Romawi.

Tentu kita bertanya-tanya dari manakah ajaran mut'ah yang dianggap nikah tersebut dan kenapa sangat populer di masyarakat Parsi (Iran dan Irak)?

Berikut saya kutipkan bentuk-bentuk pernikahan di agama Majusi/ Zoroaster yang dahulunya berpusat di Persia (Irakdan Iran sekarang) dan merupakan keyakinan masyarakat Persia zaman dahulu yang besar kemungkinan mut'ah yang dianggap nikah itu berasal:

-----------------------------------------------------------------------
Jenis perkawinan

Dalam paham Zoroaster/ Majusi pada dasarnya terdapat dua jenis perkawinan (zanîh), yaitu: pâdixšâyîhâ   ("dengan otorisasi, diberi otorisasi") dan stûrîh, masing-masing dengan beberapa subjenis dan bentuk-bentuk yang tidak teratur. Karena mengalami pengaburan secara bertahap dan modifikasi oleh terminologi Persia Tengah pada periode Islam, bagaimanapun, lima jenis perkawinan diakui dalam Rivayats Persia (Terj. Dhabhar, I, hlm 180-81).

Pernikahan dengan diberi otorisasi

Pernikahan dengan otorisasi (zanîh î zan pâdixšâyîhâ  "pernikahan seorang wanita dalam kondisi diberi otorisasi"; Mâdayân, pt 1, hal. 36) adalah penyatuan/ ikatan hukum seorang suami dan istri; dapat ditafsirkan sebagai nikah yang "sah", setara dengan pernikahan dalam Islam atau Kristen. Anggota keluarga yang dikenal sebagai šôy "suami," zan "istri," pus "anak lelaki," dan duxt "anak perempuan". Tipe pernikahan ini memerlukan otorisasi dari ayah atau wali dari mempelai wanita, serta kontrak pernikahan yang rinci (paymân î zanîh;. Pahlavi Texts, ed Jamasp-Asana, hlm. 141-43), yang darinya sebuah contoh telah bertahan pada periode Islam (1278 CE). Dalam pâdixšâyîhâ tidak hanya sanksi dari wali tetapi juga persetujuan mempelai begitu penting (Mâdayân, pt. 1, hal. 36). AÚdurbâd Î Mahrspandân (qv) menyarankan para pria muda untuk meminang sendiri kepada mempelai wanita (xweštan ray zan xwad xwâh; Pahlavi Texts, ed Jamasp-Asana, hal. 61), yang darinya ia mengikuti bahwa pada periode Sasania pernikahan biasanya diatur oleh para orang tua atau comblang, sebagaimana adat di Persia yang masih ada. Itu adalah tugas seorang ayah untuk memutuskan bagi anak lelakinya untuk mencari istri dan putrinya diberikan dalam pernikahan (Dênkard, ed. Madan, II, hal 744).

Muncul sebelum hakim (mowbed) adalah dua orang ayah, mempelai wanita (wayôg) dan mempelai pria (Damad), dan tiga saksi (gugây), yang identitasnya sudah didaftar. Ketika menikah mempelai laki-laki diandaikan berstatus sebagai kepala rumah tangga dan mempelai wanita sebagai nyonya rumah, dengan hak dan kewajiban yang menyertainya (Dênkard, ed. Madan, II, hal 739).

Diketahui adanya kebiasaan kuno menerima sejumlah dua ribu drahms '"keamanan" (pâyandanîh) oleh mempelai wanita, yang merupakan sebuah eufemisme dari suatu pernikahan. Juga diduga bahwa bagi kelompok kelas yang lebih tinggi, porsi pernikahan tidak terbatas pada jumlah tradisional ini tetapi juga termasuk harta bergerak atau nyata yang diberikan kepada keluarga mempelai wanita dengan imbalan mahar yang kaya (*passâzagân). Transaksi seperti itulah yang mungkin menjadi alasan utama untuk memilih menikah dengan kerabat dekat, untuk mencegah harta kekayaan meninggalkan keluarga tersebut. Bahkan pada kenyataannya, jenis perkawinan yang paling bermanfaat, yang dianggap sebagai obat mujarab untuk semua dosa yang mematikan selain sodomi (Rivâyat î Êmêd, bab 29), adalah apa yang oleh Parsi modern disebut sebagai penyatuan "keluarga terdekat" (xwêdôdah, Av xvaêtvadaƒa-; AirWb. , col 1860; Nyberg, Manual II, hal 224), yang dijelaskan dalam Dênkard (ed. Madan, I, p. 73) sebagai "penyatuan ayah dan anak perempuan, anak lelaki dan ibu, saudara lelaki dan saudara perempuan" (hampaywandîh î Engkau pid duxt ud, ud ud burdâr nanah, ud ud brad xwah). Dinyatakan di Yasna (12.9) orang-orang saleh -xvaêtvadaƒa – mendapat penghormatan.

Pernikahan kerabat, pada awalnya dilakukan oleh kaum bangsawan di antara orang banyak, yang kemudian seacara umum dilakukan oleh semua bagian masyarakat Iran, strata tinggi dan rendah. Banyak raja-raja Persia menikahi saudara perepuannya atau anak perempuannya (Boyce, Zoroastrianisme I, hal. 254 n. 24, II, hlm 75-77; idem, 1979, sv khvâetvadatha), dan Majusi dilaporkan oleh Xanthus Lydia melakukan hidup bersama dengan ibu dan anak mereka (Jackson, hlm 152-57). Pada periode Sasania imam Arda Wîrâz (qv) mengambil semua tujuh saudara perempuannya sebagai istri (Arda Wîrâz Nâmag, chap. 2). Pernikahan keluarga terdekat di kalangan rakyat biasa dibahas di kebanyakan buku-buku hukum Persia Tengah, terutama Rivâyat î Êmêd (pasal 22, 24, 27-30; lih de Menasce, 1985, hlm 138-44;. Shaki, 1971, hlm 335-36; Nyberg, Manual II, hal 224).

Pernikahan Pâdixšâyîhâ bisa bersifat sementara, untuk jangka waktu yang disepakati bersama, dan dengan demikian dapat berfungsi sebagai bentuk perkawinan persahabatan. Setelah berakhirnya jangka waktu yang ditetapkan mahar istri dan harta pribadi (wâspuhragân) kembali kepadanya, namun, jika dia meninggal, properti itu menjadi milik suaminya (Mâdayân, pt. 2, hal. 2).

Rabu, 07 Desember 2011

Cara Membuat Cursor Berbintang

Cara Membuat Cursor Berbintang



Cara mempercantik cursor (pointer mouse), pada blog berplatform blogspot, yg mana kita tahu blog ber-platform blogspot memang cocok buat para blogger yg tidak ingin bersusah payah untuk mempercantik blognya, karena terbilang mudah dalam proses pembuatannya.
Untuk mempercantik suatu blog biasanya menggunakan javascript yg harus di tempatkan pada template maupun pada widget.
Yang akan di bahas di bawah ini oleh Blogtegal yakni
cara membuat cursor berbintang


Berikut langkah-langkah membuat cursor berbintang.
  • copy dan pastekan script-script di bawah ini pada widget javascrit/HTML.
  • cursor bintang warna merah

Kamis, 01 Desember 2011

Berbohong Penyebab Stroke

Sehat adalah suatu kondisi tubuh, baik fisik maupun mental yang berfungsi secara normal. Berbohong yang merupakan perilaku ternyata memiliki pengaruh terhadap kondisi fisik dan non fisik tubuh kita.

Kajian penelitian aspek berbohong dari tinjauan kesehatan kekinian telah dapat diungkap bahwa perilaku bohong menjadi penyebab timbulnya penyakit jantung koroner, stroke dan gagal jantung pada pelakunya. Ketika seseorang berbohong, maka yang timbul adalah emosi negatif yang berkembang menjadi stres yang dipendam, dan tanpa sadar psikosomatis terpicu.


Psikomatis adalah gangguan psikis yang tampil dalam bentuk gejala-gejala fisik.
Bentuk gangguan psikomatis misalanya, naiknya tekanan darah, naiknya kadar asam lambung, sesak nafas, insomnia, alergi kulit hingga nafsu makan yang hilang.


Awalnya bukan pada gejala fisik, namun dengan adanya pikiran negatif atau masalah emosi, maka berdampaklah pada fisik tubuh.
Tubuh seseorang yang berbohong tersebut banyak mengeluarkan hormon yang besarannya seakan sama dengan seseorang yang sedang menghadapi pilihan yang sangat sulit untuk diputuskan saat itu juga, misalnya lari kencang.

Berbohong akan selalu menyertai pelakunya. Perasaan bersalah dan gelisah akan menyebabkan hormon stres keluar sangat beragam, dan pada umumnya adalah kortisol dan norepinefrin.
Hormon ini menyebabkan degup jantung dan tarikan nafas meningkat, sistem pencernaan melemah, saraf dan otot menjadi sensitif.
Kortisol sendiri meningkatkan kadar gula darah dan menekan sistem kekebalan tubuh, sedangkan norepinefrin memicu timbulnya respon yang membuat detak jantung semakin cepat dan tekanan darah meningkat cepat.

Berbohong sesekali saja memang tidak langsung membuat pelakunya terkena stroke, namun jika menjadi kebiasaan seiring dengan komplikasi tekanan darah tinggi, juga dapat beresiko terkena penyakit yang sama dengan seseorang yang mengalami stres kronis, seperti kanker, diabetes, jantung koroner, stroke dan gagal jantung kongestif.

Mereka yang berbohong setiap hari atau telah menyimpan rahasia besar selama bertahun-tahun dimungkinkan akan lenih beresiko mengalami gangguan kesehatan dibandingkan yang jarang atau tidak pernah berbohong.

HIDUP SEHAT

10 Gaya hidup sehat untuk terhindar dari kematian yang sia-sia. Kematian memang akan dialami oleh setiap makhluk hidup. Tapi sebagai makhluk yang berakal, manusia wajib berusaha untuk hidup sehat agar hidup tidak menjadi sia-sia.

Dilansir dari Howstuffworks, Setidaknya ada 10 cara agar manusia terhindar dari kematian yang sia-sia yaitu:
1. Waspadai berat badan
Anda akan sehat dan hidup lebih lama dengan indeks massa tubuh (BMI) di bawah 25 atau tidak lebih dari 29. Orang dengan BMI di atas 29 (obesitas atau kegemukan) akan mengalami efek kesehatan yang merugikan berlipat ganda.

Orang yang obesitas sangat mungkin memiliki glukosa darah yang tinggi. Konsekuensi dari glukosa darah tinggi (diabetes) tidak hanya menyebabkan plak yang akhirnya mempersempit pembuluh darah khususnya arteri koroner, tetapi juga merusak saraf, ginjal, mata dan sistem kekebalan tubuh.

Orang dengan berat badan berlebih juga sangat mungkin mengalami hipertensi, serangan jantung, stroke atau gagal ginjal.

2. Dengarkan tubuh Anda
Jangan pernah meremehkan apapun tanda atau sinyal yang diberikan tubuh Anda. Jika Anda merasa ada sesuatu yang aneh atau sakit, berusahalah proaktif untuk mencari tahu penyebabnya sehingga dapat mencari bantuan medis lebih dini. Lakukan pemeriksaan fisik secara teratur dan jalani skrining dengan tepat.

3. Ikuti petunjuk yang ada
Begitu banyak petunjuk dan instruksi yang diberikan untuk alasan yang baik. Petunjuk akan memberitahu bagaimana melakukan hal yang benar sehingga seseorang tidak akan terluka atau melukai orang lain. Untuk meningkatkan peluang hidup panjang, ikutilah setiap petunjuk yang ada, misalnya aturan minum obat dan lain-lain.

4. Hiduplah dengan bersih
Studi menunjukkan bahwa semakin sering Anda mencuci tangan, semakin kecil kemungkinan Anda untuk sakit. Menjaga tangan tetap bersih adalah salah satu cara terbaik untuk menghindari penyakit.

5. Mengemudilah dengan hati-hati
Kecenderungan untuk mengemudi secara ugal-ugalan di jalan raya membuat Anda memiliki risiko besar untuk berada di kamar mayat. Mengemudilah dengan hati-hati, perhatikan rambu, gunakan sabuk pengaman atau helm saat berkendara dan jangan mengonsumsi alkohol, narkoba saat Anda akan mengemudi.

6. Katakan tidak!
Katakan tidak untuk rokok, alkohol, obat-obatan terlarang dan panyalahgunaan resep obat. Semua hal-hal tersebut adalah cara terbaik untuk memastikan Anda berada di kamar mayat. Segeralah cari bantuan untuk bisa berhenti bila Anda sudah terlanjur menjadi pecandu.

7. Perhatikan apa yang Anda lakukan
Pikirkan tentang konsekuensi dari semua tindakan yang Anda lakukan. Memang kematian bisa menimpa siapa saja dan dimana saja, tapi setidaknya Anda bisa mencegah dengan hal yang sederhana dari apa yang Anda lakukan. Setidaknya ada empat perilaku yang bisa menyebabkan kematian, yaitu pembunuhan, bunuh diri, alam dan kecelakaan.

8. Nikmati waktu Anda
Nikmatilah setiap waktu yang Anda miliki. Jalani kehidupan dengan optimistis tetapi tidak menghilangkan kualitas waktu yang Anda miliki. Banyaklah tersenyum dan bersyukur untuk meringankan beban pikiran.

9. Hindari kesepian
Hubungan pertemanan, sosial dan asmara merupakan hal yang penting untuk kesehatan. Orang yang memiliki banyak teman dan hubungan sosial yang baik akan hidup lebih sehat dan berumur panjang.

10. Tetapkan prioritas hidup
Semua orang perlu memiliki hal-hal penting dalam hidupnya dan menetapkan prioritas yang masuk akal bagi dirinya sendiri dan orang-orang di sekitarnya. Orang yang memiliki daftar prioritas akan menjalani hidup dengan optimistis dan bersemangat.

BAHAYA DI BALIK NIKMATNYA KOPI

Minum kopi cukup dikenal manusia, dan minuman ini sudah dikenal dimana-mana sejak ratusan tahun lalu. Begitu terkenalnya kopi sehingga ada istilah coffee break atau rehat kopi di setiap acara resmi baik seminar, rapat-rapat, lokakarya dan sebagainya. Dalam hidup sehari-hari, kopi dijadikan pendamping sarapan. 
Sangat jarang kita mengetahui dampak negatif kopi bagi kesehatan. Paling-paling yang kita tahu adalah badan kita terasa segar, kantuk hilang setelah menenggak kopi. 
Menurut analisa, dalam kopi terdapat senyawa kimia Xantin yang meliputi Kafein tentunya. Kafein dapat merangsang susunan saraf pusat (otak), sistem pernapasan, pembuluh darah maupun jantung. Sebabnya tidaklah heran ketika kita minum kopi (1-3 gelas) tubuh terasa segar, bergairah, berpikir cepat, tidak mudah lelah atau mengantuk. Dampak inilah yang menyebabkan orang sulit melepaskan kebiasaan minum kopi. Padahal manfaat diatas justru merusak dan menimbulkan resiko bagi seseorang yang mengkonsumsinya. 
Kafein acapkali dijadikan bahan pelengkap pada obat sakit kepala. Pasalnya, kafein memiliki kemampuan mempersempit pembuluh darah ke otak, sehingga pelebaran pembuluh darah di daerah otak yang menyebabkan kepala sakit, bisa ditanggulangi. Bahkan senyawa xantin dalam dosis rendah mampu merangsang susunan saraf yang sedang depresi, misalnya akibat kecanduan narkoba dan alkohol. Sehingga muncul pendapat bahwa kafein dapat memperbaiki fungsi mental penderita yang keracunan alkohol. Lebih jauh, kafein ternyata dapat menetralisasi asam lemak dalam darah.

EFEK KECANDUAN
Kebiasan minum kopi acapkali menimbulkan kecanduan baik psikologis maupun fungsi-fungsi tubuh. Ciri umumnya adalah rasa letih atau lelah, tak semangat dan mengantuk bila seharian tidak minum kopi. Padahal minum kopi dapat menyebabkan gangguan kesehatan seperti jantung berdebar, gelisah, sulit tidur, gugup, tangan gemetar, bahkan mual atau muntah.
Minum kopi juga sangat berbahaya bagi penderita darah tinggi karena senyawa kafein bisa menyebabkan tekanan darah meningkat tajam. Selain itu kopi juga bersifat diuretik atau menarik air dalam darah sehingga sering ingin kencing.

RESIKO PADA WANITA
Bagi wanita, minum kopi beresiko mengurangi kesuburan, apalagi bila dikombinasikan dengan alkohol . Demikian pula bagi wanita menopause, dapat mempercepat pengeroposan tulang.
Dalam suatu penelitian di Amerika memberitakan bahwa wanita yang mengkonsumsi 300 mg kafein perhari memiliki kesempatan 27 persen lebih rendah untuk hamil dibanding mereka yang bebas kafein. 

GANTI KE AIR PUTIH
Bebrapa penlitian memang membuktikan adanya beberapa manfaat dari minum kopi. Tetapi penelitian itu rata-rata belum final, jadi masih akan diteliti lebih lanjut. Semuanya itu menimbulkan dilema, oleh sebab itu bijaklah kita memilih karena jauh lebih banyak dampak buruknya dari pada manfaat bagi kesehatan.
Atas dasar itulah alangkah baik bila tidak minum kopi, terlebih bagi penderita jantung. Kopi bisa digantikan dengan air putih segar yang menyehatkan, jus buah, sayuran segar, suplemen vitamin karena jenis ini tidaklah mengandung kafein tapi tinggi vitamin dan mineralnya.
Semoga Tetap Sehat Adanya...

Kamis, 18 November 2010

Perkembangan Intelektual dan Emosional Anak

Dewasa ini banyak anak-anak yang mengikuti pendidikan di Taman Kanak-Kanak. Pada hari-hari pertama masuk sekolah anak-anak selalu menanyakan pada diri sendiri apa yang dapat diperbuat di sekolah, pelajaran apa yang diinginkan dan sebagainya. Demikian juga bagi guru, apa yang dapat diajarkan kepada anak-anak di bawah usia 6 tahun tersebut. Namun setelah usianya lebih dari 6 tahun anak-anak dapat mengernbangkan diri sebab kemampuannya meningkat, mereka dapat berpikir secara konseptual, memecahkan masalah, mengingat, dan mempergunakan bahasa dengan baik.
A. PERKEMBANGAN INTELEKTUAL
Beberapa aspek.perkembangan intelektua! pada usia kanak-kanak
1. Perkembangan Kognitif: Tahap Operasi Konkret Piaget
Menurut Piaget, kadang-kadang anak usia antara 5.- 7 tahun memasuki tahap operasi konkret (concrete operations), yaitu pada waktu anak dapat berpikir secara logis mengenai segala sesuatu. Pada umumnya mereka pada tahap ini berusia sampai kira-kira 11 tahun.
2.Berpikir Opernsionnl
Menurut Piaget pada tahap ketiga, anak-anak mampn berpikir operasional: mereka dapat mempergunakan berbagai simbol, melakukan berbagai bentuk operasional, yaitu kemampuan aktivitas mental sebagai kebalikan dari aktivitas jasmani yang merupakan dasar untuk mulai berpikir dalam aktivitasnya. Walaupun anak-anak yang preoperasional dapat membuat pernyataan mental tentang oby’sk dan kejadian-kejadian sekelipun tidak dapat dalam seketika, cara helajar mereka masih terikat pada pengalaman fisik. Anak-anak yang ada pida tahap operasional konkret lebih baik daripada anak-anak yang preoperasioial dalam mengadakan klasifikasi, bekerja dengan angka-angka. mengetahui konsep-konsep waktu dan ruang,
dan dapat membedakan antara kenyataan dengan hal-hal yang bersifat fantasi.
Karena pada dewasa ini anak-anak berkurang sifat egoisnya, dan anak-anak pada tahapan operasi konkret lebih bersifat,kritis mereka lebih banyak dapat mempertimbangkan suatu siruasi daripada hanya memfokuskan pada suatu aspek, sebagairnana yang mereka lakukan pada preoperasiorial. Mereka sadar bahwa pada umumnya berbagai operas! fisiK dapat diganti. Peningkatan kemapanan mereka untuk mengeni terhadap orang lain dapat mendorong untuk berkomunikasi lebih efektif dan dapat berpikir lebih fleksibel.
Akan tetapi anak-anak usia sekolah lebih dapat berpikir secara logik daripada waktu mereka masih muda, cara berpikir mereka’masih terikat pada kenyataan atau kejadian pada waktu sekarang, artinya terikat pada hal-hal yang sedang dihadapi saja.
Menurut Piaget kordisi semacam ini berlaku jampai pada tahap berbagai operasi formal, di mana biasanya sampai pada tahap remaja, anak-anak mampu berpikir secara abstrak, tes hipotesis, dan mengerti tentang kemungkinan (probabilitas).
3. Konservasi
Konservasi adalah salah satu kemampuan yang penting yang dapat mengembangkan berbagai operasi pada tahap konkret. Dengan kata lain konservasi adalah kemampuan untuk mengenal atau mengetahui bahwa dua bilangan yang sama akan tetap sama dalam substansi berat atau volume selama tidak ditambah atau dikurangi.
Dalam suatu tugas konservasi tertentu, Stay menunjukkan dua bola dari tana’i Mat. Dia setuju bahwa bola tersebut mem.ang sama. Dia mengatakan bahwa substansi konservasi tersebut sekalipun bola yang satu digelindingkan, keadaannya tetap tidak berubah, artinya jumlah bola tersebut tetap sama. Dalam konservasi berat, dia juga mengetahui bahwa berat bola tersebut tetap sama sekalipun dipanaskan, demikian pula apabila bola tersebut dimasukkan ke dalam air, beratnya akan tetap sama.
Anak-anak mengembangkan perbedaan berbagai tipe (bentuk) konservasi dalam waktu yang berbeda. Pada usia 6 atau 7 tahun mereka dapat mengkonservasi substansi pada usia 9 atau 10 rr.ampu mengkonservasi berat; dan pada usia 11 atau 12 mengkonservasi volume. Pada dasarnya ketiga jenis konservasi tersebut adalah identik, akan tetapi anak-anak belum mampu mentransfer apa yang mereka telah pelajari yaitu mengkonservasi satu tipe (bentuk) kepada bentuk lain yang berbeda. Dalam luibungan ini kita dapat meliha; bahwa berbagai alasan anak-anak tersebut tetap sarna dalam tahap konkret. Sebab kondisi tersebut masih tetap terikat pada situasi tertentu sehingga anak tidak dapat mengaplikasikan operasi dasar mental yang sama pada situasi yang berlainan.
4. Bagaimana konservasi dikembangkan
Pada umumnya anak-anak bergerr.k dengan melalui tiga tahapan dalam menguasai konservasi sebagaimana dikenukakan di atas.
Pada tahap pertama, anak-anak preoperasional gagal mengkonservasi. Mereka memusatkan perhatian pada sntu aspek dalam sit’iasi tertentu. Mereka belum mengerti bahwa tempat prnyimpanan bola dapat diisi dengan bola lebih dari satu. Sebab anak-anak pr?operasional tidak mengerti tentnng konsep perubalian, mereka tidak mengetahui dan tidak mengerti bahwa • mereka dapat merubah sesuatu, misalnya dengan menggerakkan suatu benda (bola) tanpa inerubah bentuknya.
Pada tahap kedua, merupakan trausisional. Anak-anak kembali pada kondisi bahwa kadang-kadang mengadakan konservasi namun kadang-kadang tidak melakukannya. Mereka lebih banyak memperhatikan berbagai ha! dan tidak terpaku pada satu aspek saja dalam situasi tertentu, seperti berat, lebar. panjang, dan tebal akan tetapi mereka gagal mengetahui sebagaimana berbagai dimensi tersebut berhubungan satu sarna lain. Pada tahap ketiga, yaitu tahap terakhir, anak-anak dapat mengkonservasi dan dapat memberikan alasan secara logis atas jawaban yang mereka berikan. Alasan-alasan tersebut mengacu pada perubahan, identitas, atau kompensasi. Jadi anak-annk pada opernsional konkret menunjukkan snatii kualitas konitif lebih lanjut daripada anak-annk preoperasional. Mereka dapat berpikir lebih luas dan peduli pada berbagai transformasi yang hanya merupakan persepsi.
Piaget menekankan bahwa perkembangan kemampuan anak-anak untuk mengkonservasi akan lebih baik apabila secara nalar telah cukup matang. Piaget berpendapat bahwa konservasi hanya sedikit sekali dapat dipengaruhi oleh pengalaman. Sekalipun demikian terdapat faktor-faktor lain dari kematangan yang dapat mempengaruhi konservasi. Anak-anak yang belajar konservasi sejak dini akan mampu mencapai tingkat yang lebih dalam hal: IQ, kemampuan verbal dan tidak didominasi oleh ibunya (Almy, Chitenden & Miller,1966; Goldsmid & Bentler, 1968).

B. PERKEMBANGAN EMOSI
1. Gangguan Emosional pada Kanak-kanak
Terdapat beberapa gangguan emosional pada masa kanak-kanak sehingga terkesan dan sebagai penyebab ketakutan kanak-kanak untuk melakukan kegiatan. Antara Iain pada suasana yang gelap sehingga takut melakukan sesuatu pada malam hari di luar rumah; takut berhadapan dengan ‘seorang dokter karena pernah mendapat pengobatan yang berlebihan dosisnya (overdosis); karena tempramen orang dewa^a di rumahnya, misalnya sering dimarahi sehingga anak takut berhadapan dengan orang dewasa, baik dengan orang tuanya sendiri maupun orang lain.
Anak-anak yang sering mengalami gangguan semacam itu selalu merupakan masalah bagi para psikiater, kurang lebih 20-25% yang menderita gangguan tersebut. Dan hanya sekitar 1 di antara 5 orang anak yang mendapatkan perawatan dengan oaik. Gangguan semacam ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Menurut hasil penelitian Pittsburgh diperoleh it.formasi bahwa 22% dari 789 anak usia antara 7-11 tahun sering mendapat perawatan dari seorang psikiater yang menyimpulkan masalah pada tahun-tahun pertama (Costello el al, 1988).Dari hasil penelitian lain diperoleh informasi bahwa terdapat 5 – 15% anak yang mengalami gangguan, namun prosentase yang rendah ini mewakili 3-9 juta anak (Knit7.cr,1984; US Department of Health and Human Sendees, USDHHS, 1980).
Anak laki-laki di Afrika d?n Amerika, dan anak-anak dari keluarga yang tidak mampu, mengalami risiko yang ‘inggi, karena tekanan hidup dan stres selama hidupnya, akibatnya mereka sering kali mengulang kelas di sekolahhya. Hal ini juga dapat disebabkan karena orang tuanya sering kali bermasalah dengan psikiater (Costello, et. al., 1988). Beberapa masalah kelihatannya berkaitan dengan fase tertentu dalam kehidupan anak dan ‘dibiarkan hilahg dengan sendirinya. namun bagi yang lain memerlukan perawatan yang baik untuk meneegah timbulnya berbagai masalah waktu-waktu yang akan datang.
2. Beberapa Tipe masalah emosional
Kebrutalan atau kebringasan anak nampak pada perilakunya; mereka menunjukkan suatu perbuatan yang sering kali memerlukan bantuan orang lain. Misalrya berkelahi, membohong, mencuri, merusak hak milik dan merusak aturan yang berlaku. Bentuk-bentuk tindakan tersebut merupakan ekspresi yang keluar dari emosional yang terganggu. Sekalinun demikian pada umumnya anak-anak berusaha merubahnya dan menutupi periiaku mereka dengan mengemukakan alasan untuk dapat dipercayai oleh orang lain, menutupi kebohongannya dengan maksud menghindari hjkuman karena perbuatannya. Akan tetapi ketika anak telah berusia lebih dari 6 atau 7. tahun sekalipun mereka tetap membuat cerita yang bohong, mereka merasa sadar dan tidak aman perasaannya. Oleh karena itu dia membuat ceritfra yang muluk-muluk agar orang lain percaya kepadanya; dapat pula mereka lakukan berbuat bohong tersebut karena untuk menyenangkan orang tuanya. (Chapman, 1974).
Sering kali juga terjadi pencurian kecil-kecilan yang dilakukan oleh anak-anak. Namun hal semacam ini tidak selamanya merupakan perbuatan yang salah. Kecuali apabila perbuatan semacam itu dilakukan secara terus-menerus terhadap orang ruanya atau bahkan dilakukan secara terbuka terhadap orang lain; mereka dapat ditangkap, namun untuk kesekian kalinya mereka berusaha ingkar dan berusaha menyenangkan atau mengelabui orang tuanya. Seiiap periiaku anti sosial yang kronis harus dianggap sebagai suatu tanda adanya emosional yang terganggu.
3. Gangguan kecemasan
Berbagai gangguan kecemasan dimulai pada masa . kanak-kanak. Gangguan keinginan tersebut dapat berupa gangguan keinginan terpisah dan ketakutan (phobia) sekolah. Gangguan keinginan terpisah dari orang yang terdekat disebabkan berbagai hal yang berbeda-beda dan dnpnt berakibat anak mengalami sakit kepala. sakit perut dan sebagainya. Akan tetapi kondisi semacam ini sangat berbeda di antara anak-anak yang berusia satu atau dua tahun yang mengalami gangguan keinginan terpisah.
Anak-anak yang menderita gangguan keinginan semacam ini sering kali tidak mau berteman; dengan kata lain dia suka menyendiri dan selalu peduli terhadao penyakitnya, misalnya sakit kepala, sakit perut. Kondisi semacam ini dapat mempengaruhi anak laki-laki maupun perempuan semenjak kanak-kanak bahkan sampai dewasa usia mahasiswa.
4. Takut Sekolah
Suatu ketakutan yang tidak realistik adalah apabila seorang anak tidak mau sekolah, mungkin kondisi semacam ini juga merupakan keinginan terpisah. Ketakutan terhadap guru yang keras fga’ak) atau mendapat tuga< yang berat di sekoiah. Ketakutan anak tersebut adalah wajar, hal in bukannya dLebabkan oleh anak i.Velainkan lingkungan yang tidak kondusif. oleh karena itu suasana seko!ah perlu dirubah. Berkaitan dengan masalar tersebut, apa yang dapat kiti hkukan? Pertama, dijaga jangan sampai anak tersebut suka membolos/meninggalkan kelas. Orang tua mereka tahu bahwa anak-anaknya tidak hadir di sekolah. Namun anak-anak tersebut dapat memperoleh nilai rata-rata,bahkan lebih tinggi daripada temanriya, memiliki intelegensi melebihi rata-rata dan merupakan anak yang baik. Usianya antara 5 sampai 15 tahun dan dapat terjadi baik pada anak laki-laki maupun perempuan. Sekalipun mereka datang dari beibagai keluarga dengan latai belakang yang berbeda, namun orang tuanya cenderung profesional. Orang tua mereka justru lebih menyukai/mencintai mereka dan bukannya suka menekan anak-anaknya; gangguan keinginan tersebut disebabkan oleh periiaku anak itu sendiri. Unsur yang paling penting dalam memperlakukan anak yang takut (phobia”) pada sekolah dapat dimulai sejak dini dan dilakukan secara terus menerus. Apabila perlakuan semacam ini dilakukan secara teratur dan dibimbing dengan baik, maka pada saat kembali ke sekolah anak tersebut tidak akari mengalami kesukaran apapun. Berbagai penelitian yang dilakukan beberapa waktu belakangan ini hasilnya kurang jelas. sekalipun dapat menentukan bahwa perlakuan yang baik dapat menolong anak menyesuaikan diri pada lingkungannya (D.Gordon & Young, 1976).
5. Kematangan Sekolah
Kematangan sekolah merupakan suatu kondisi di mana anak telah memiliki kesiapan cukup memadai, baik dilihat dari fisiknya maupun mental, untuk dapat memenuhi tuntutan pendidikan formal. Dalam hubungan tuntutan yang bertalian dengan aspek penguasaan materi atau bahan pelajaran, dan kemampuan membina interaksi antara teman-teman sebaya, baik teman satu kelas maupun teman dari kelas lain, berinteraksi dengan guru, kepala sekolah, dan personil sekolah lainnya. Secara umum, usia anak yang dianggap matang sekolah adalah lima atau enarn tahun. Pada rentang usia ini, anak telah mencapai perkembangan fisik sebagai dasar yang dibutuhkan untuk dapat melaksanakan segala sesuatu di sekolah, antara lain, anak telah mampu mengurus dirinya sendiri, menguasai penggunaan alat tulis dengan betul, dan dapat menerima makanan padat. Di samping itu perkembangan kognitif yang memadai juga sangat dibutuhkan, misalnya anak mulai dapat membaca dan menuiis. Kemampuan membaca dan menulis sangat penting karena merupakan dasar untuk memahami seluruh materi atau bahan pelajaran yang diberikan di sekolah.
Secara psikis, pada usia ini umumnya anak telah mampu mengatur proses buang air kecil mulai bersosialisasi dalam pengertian telah dapat membedakan teman laki-laki atau perempuan serta berusaha membedakan antara salah dan benar.
Kemampuan dasar lainnya ialah tehwa anak telah mampu mengembangkan hubungan emosional yang sehat dengan orang tua, teman sebaya, dan orang lain. Pada saat mulai masuk sekolah anak tidak memiliki rasa kecemasan karena terpisah dengan orang tuanya. Selain menerima kasih sayang anak juga telah mampu memberikan kasih sayang kepada teman sebayanya maupun kepada orang lain. Mai semacam ini juga dapat mendukung kemampuan anak pada saat belajar di sekolah.
6. Depresi pada masa Kanak-Kanak
Anak-anak yang mulai sadar akan popularitas sering kali mengatakan, “tidak ada orang seperti saya”. Namun ketika ucapan tersebut ditujukan kepada Kepala Sekolah oleh seorang anak berusia 8 tahun yang kebetulan teman kelasnya telah menuduh dia mencuri dompet gurunya, hal semacam ini merupakan tanda bahaya bagi sekolah. Akibatnya anak tersebut tidak suka dan tidak mau datang lagi ke sekolab ‘rarena malu. Untunglah bahwa anak yang tertekan tersebut jarang yang berkepanjangan, walaupun angka bunuh diri pada anak-anak muda meningkat. Gejala-gejala dasar yang mempengaruhi gangguan tersebut adal.iii serupa pada masa kanak-knnnk hingga dewasa. llanya pada usia tertentu yang terdapat seilikit perlx-daan, Keakraban hanya merupakan salah satu tanda dari masa kanak-kanak yang mengalami depresi. Gangguan tersebut juga dapat mengakibatkan anak tidak suka bersenang-senang tidak dapat berkonsentrasi dan menunjukkan berbagai reaksi emosional yang normal: Anak-anak yang mengalami oepresi sedikit sekali suka berjalan atau berteriak. Gejala-gejala depresi antara lain: gangguan konsentrasi, tidur kurang, selera makan kurang, mulai berbuat kejelekan di sekolah tidak merasa bahagia, selalu mengeluh karena penyakit jasmani yang dideritanya, selalu merasa bersalah. Takut sekolah atau sering kali memikirkan bunuh diri (Malmquist, 1988, Poznanski, 1982). Setiap empat atau lima dari gejala-gejala tersebut banyak mendukung suatu diagnosa ada depresi terutama apabila anak menunjukkan perilaku lain tidak seperti anak-anak normal. Pada umumnya orang tua tidak memahami adanya berbagai masalah kecil seperti gangguan waktu tidur, kehilangan nafsu makan, dan sebagainya, namun sering kali anak sendiri dapat menunjukkan adanya gangguan tersebut.
Tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui penyebab timbulnya depresi semacam ini secara tepat. Para orang tua yang memiliki anak yang menderita depresi merasa seakan-akan dia sendiri yang sedang mengalami depresi. Ada yang berpendapat bahwa hal ini merupakan faktor keturunan, ada yang mengatakan bahwa depresi tersebut dikar;nakan adanya stres umum dalam keluarga, atau dikarenakan kurang perhatian orang tua karena mereka juga sedang mengalami gangguan (Weisseman et al, 1987). Anak usia sekolah yang sedang menderita depresi biasanya kurang bergaul dan tidak memiliki kompetisi akademik, namun hal tersebut masih belum jelas penyebabnya apakah kurangnya kompetisi tersebut dikarenakan adanya depresi atau sebaliknya, yaitu depresi akibat tidak kompetennya anak (Blechman, McEnroe, Carella & A’iderte, 1986).
7. Perawatan problema emosional
Pilihan untuk perawatan secara khusus untuk gangguan tertentu sangat tergantung pada berbagai faktor, misalnya problema yang bersifat alamiah, kepribadian anak. kesediaan orang tua untuk berpartisipasi, kemudahan diperolernya perawatan dalam masyarakat sosial ekonomi orang tua dan orientasi profesional pada pertama kali berkonsultasi.
Beberapa jenis Terapi
Perawatan secara psikologis dapat dilakukan dengan beberapa cara: pertama tempi secara individual, yaitu dengan melihat anak satu persatu, membantu agar anak dapat mengenal dirinya atau kepribadiannya dan hubungannya dengan orang lain, dan mengintepretasikan perasaan dan perilaku anak. Cara demikiau dapat menolong anak pada suatu waktu yang sedang mengalami stres.berat daiam hidupnya, seperti baru saja ditinggalkan orang tuanya untuk selama-larmnya. Sekalipun kadang-kadang anak tidak memperlihatkan bahwa dia seding mengalami gangguan. Para ahli terapi dapat menerima berbagai perasaan yang dikemukakan anak, dan anak memang be’rhak untuk menyatnkan perasaan tersebut. Psikoterapi anak biasanya akan lebih efektif apabila dikombinasikan dengan memberikan konsultasi pada orang tuanya.
1. Terapi jangka pendek dan jangka panjnng
Terapi merupakan penetapan sistematik dari sekumpulan prinsip belajar terhadap suatu kondisi atau perilaku yang dianggap menyimpang, dengan tujuan melakukan perubahan. Perubahan yang dimaksud dapat berarti menghilangkan, mengurangi, meningkatkan atau memodifikasi suatu Kondisi a^au perilaku tertenlu. Misalnya anak yang menderita fobLi dilatih agar mengurangi rasa takutnya hingga mencapai kadar yang wajar. Secara umum, terdapat dua jenis terapi utama, yaitu pertrma, terapi yang diiakukan dalam jangka pendek, biasanya berkaitan denpin mnsnlah ringan, yang dapat diselesaikan dengan metode memberikan dorongan (encouragement), dukungan, memberi ide-ide bagtis, menghibtir atau membujuk anak agar mau berbuat sesuatu. Kedua, dilakukan dalam jangka waktu panjang, yaitu bertalian dengan berbagai masalah yang memerlukan keteraturnn dan kontinuitas demi terciptanya perubahan perilaku anak. Sebagai contoh dapat dikemukakan antara lain terapi bermain dan terapi keluarga.
a. Terapi bermain
Terapi ini berusaha mengubah perilaku anak yang bermasalah, dengan menempatkan anak dalam situasi bermain. Untuk pelaksanaannya biasanya disediakan ruangan khusus yang telah diatur sedemikian rupa sehinggi anak bisa bersantai, dan dapat mengekspresikan segala perasaan dengan bebas. Dengan metode ini dapat diketahui permasalahan yang sedang dihadapi oleh seorang anak, selanjutnya diusahakan suatu metode yang tepat bagnimaria mengatasi atau memecahkan masalah tersebut.
b. Terapi keluarga
Terapi ini berusaha mengubah perilaku anak yang memiliki permasalahan dalam lingkungan keluarga saling akrab satu sama lain saling cinta mencintai saling mendukung atau menggambarkan bantuan dengan penuh pengertian. Oleh karena itu untuk melaksanakan terapi ini perlu kehadiran seluruh keluarga, atau minimal anggota keluarga yang paling dekat dengan anak tersebut. Dalam ha! ini usaha pembinaan dan bimbingan dari keluarga yang lebih tua sangat dibutuhkan.
c. Terapi perilaku atau modifikasi perilaku
Metode ini diterapkan dengan inempergunakan teori belajar untuk mengubah perilaku anak Yaitu dengan menghilangkan perilaku yang tidak disenargi seperti pemarah, atau mengembangkan keinginan, misalnya mengerjakan pekerjaan rumah (PR). Para ahli terapi perilaku tidak mencari alasan yarg berkaitan dengan perilaku tersebut atau tidak mencoba menawarkan tilikan anak padi dirinya sendiri secara khusus dalam situasi tertentu, akan tetapi tujuan mereka adalah mengubah perilaku anak. Ahli tersebut mempergunakan peran yang dikondisikan untuk mendorong agar anak melakukan sesuatu, misalnya menaruh pakaian kotor ke dalam ember. Demikian anak melakukannya berkali-kali apabila hasilnya bak dia mendapat rework (hadiah), misalnya dengan memberikan pujian atau hadiah berupa mainan.
3. Efektivitas terapi
Pada umumnya terapi psikologik sangat fnembantu (RJ Casey & Berman, 1983). Pada tinjauan (review) 75 hasil studi, diperoleh informasi bahwa anak-anak yang memperoleh perawatan mendapat skor lebih baik daripada anak-anak yang tidak memperoleh perawatan. Skor tersebut diperoleh dari beberapa pengukuran (measures) yang mencakup konsep diri, penyesuaian, kepribadian, keterampilan sosial kemampuan di sekolah, fungsi kognitif dan resolusi atas rasa takut dan keinginan.
Perawatan untuk berbagai masalah khusus, misalnya karena terlalu aktif akan lebih banyak daripada terapi yang tujuannya untuk penyesuaian sosial yang lebih baik. Tidak seorang pun yang dapat memberikan terapi secara keseluruhan, misalnya bag! seorang nnak atau kelompok atau perawatan bagi anak dan orang tuanya sekaligus; sebaiknya suatu perawatan untuk masalah tertentu saja (Tuma, 1989). Terapi perilaku khusus diterapkan secara efektif •untuk rasa ketakutan (phobi) dan berbagai masalah umum dengan kontrol diri.
Obat-obatan dapat menolong perawatan bagi anak yang menderita gangguan, namun jangan mengabaikan psikoterapi. Biasanya penggunaan obat-obatan dikombinasikan dengan perawatan Iain agar dapat lebih efektif. Akan tetapi penggunaan pil untuk mengubah perilaku anak merupakar langkah yang sangat radikal. Dalam beberapa kasus obat-obatan dapat menghilangkan gejala perilaku, namun tidak dapat menghilangkan penyebab peny^kitnya. aktivitas oleh raga, dan memenuhi berbagai kebutuhan emosional orang tuanya. Dari tayangan TV dan berbagai masalah kehidupan orang dewasa, anak-anak dihadapkan pada berbagai nersoalan yang seharusnya dialami oleh orang dewasa, sehingga harus dapat menguasai masalah tersebut sejak masa kanak-kanak. Sebenarnya anak-anak ukannya orang dewasa kecil. Mereka merasa dan berpikir sebagaimana urrumnya anak seusia mereka, pada masa tersebut mereki memerlukan perktmbangan yang sehat bagi anak-anak srbagaimana seharusnya.

Mengatasi Stres: Anak yang elastis
Berbagai reaksi anak terhadap gangguan stres sangat tergantung pada beberapa faktor sebagaimana faktor itu sendiri. Terdapat perbedaan aritara anak prasekolah dengan anak remaja. Demikian pula perbedaan jonin kelamin (sex) akan memberikan reaksi yang berlainan. Anak laki-laki biasanya lebih kritis daripada anak perempuan (Rutter, 1984). Sekalipun demikian untuk anak yang jenis kelamin dan usianya sama jika menghadap: stres mereka akan berlainan reaksinya. Mengapa? Hal tersebut mungkin terdapat faktor- faktor tertentu yang lebih dominan terhadap kehidupan anak tersebut.
Diana E. Papilia, Sally Wendkos Olds, dalam Human Development menyatakan bahwa: Selama beberapa tahun belakangan ini, orang t’.ia pada umumnya sangat menaruh perhatian kepada • berbagai hal. Yang membahayakan dan dihadapi oleh anak-anak, sehingga menaruh perhatian pula terhadap kekhawatiran anak berkaitan dengan pertumbuhan kepribadian atau adanya berbagai pengaruh yang tidak baik terhadap pertumbuhan jiwa anak, misalnya: rasa kesepian, AIDS, obat bins atau obat terlarang, adanya perilaku kriminal di lunr, atau siiasana peperangan yang menyebabkan anak selalu merasa ketakutan. Bahaya-bahaya tersebut menimbulkan kecemasah bagi anak-anak; sekalipun demikian anak-anak lebih merasa takut terhadap kehidupan para remaja setiap harinya. Menurut hasil penelitian di enam negara: Australia. Canada, Mesir, Jepang, Philipina dan Amerika Serikat anak-anak di seluruh dunia sering kali merasa takut terhadap benda-benda yang memang mereka takuti, artinya tidak hanya paaa anak-anak atau remaja saja (Yamamoto, Soliman, Parsons & Davias, 1987).
Ketika pada anak-anak kelas tiga sampai kelas sembilan disuruh menyusun 20 kejadian yang menyebabkan dia takut anak-anak dari setiap negara tersebut memberiknn alasan yang sama, yaitu mereka paling takut apabila ditinggalkan orang tuanya. Walaupun demikian. anak-anak juga merasa takut apabila berbuat kesalahan atau melakukan sesuatu yang tidak baik, nrsalnya dikirim kepada Kepala Sekolah. Anak-anak kurang memperhatikan pada kelahiran keluarga baru (adik) karena terlalu sibuk aktivitas di luar rumah hanya sebagian kecil saja yang menaruh perhatian pada hadirnya keluarga baru. Anak laki-laki maupun perempuan mengemukakan alasan yang sama, demikian pula bagi yang usianya berbeda.
Pada umumnya anak-anak tumbuh dan dapat menikmati kehidupan di sekolah dengan baik namun pada siaiasi tertentu mereka merasa tidak senang dan tidak aman, hal ini disebabkan oleh anak anak lain (teman di sekolah) yang kadang berbuat nakal atau tidak menyenangkan hati anak tersebut sehingga menimbulkan rasa takut pada anak. Orang dewasa mengurangi bahkan menghilangkan rasa takut tersebut dengan memberikan motivasi mendiskusikun masalah yang ditakutkan oleh anak-anak sekalipun rasa takut tidak dapat dihilangkan seluruhnya, namun tindakan orang tua tersebut dapat menimbulknn rasa berani dan harga diri pada anak, sehingga tidak selalu diliputi rasa takut, namun keadaan demikian termasuk normal, untuk mencegahnya dengan membantu anak-anak dapat tumbuh, mencapai identitasnya dan dapat menguarai dunianya.
Sumber Buku Perkembangan Peserta Didik Karya Mulyani Sumantri dan Nana Syaodih

Selasa, 22 Juni 2010

Tips Supaya Pencernaan Jadi Lancar

Suatu penyakit atau luka dapat mempengaruhi saraf yang mengontrol pergerakan usus. Hal itu dapat memicu berbagai hal, mulai dari diare, susah buang air besar (BAB) alias sembelit hingga kesulitan untuk menahan buang air.

Dokter biasanya akan merekomendasikan rutinitas khusus untuk memperbaiki kondisi usus. US National Library of Medicine menawarkan beberapa saran yang dapat membantu, antara lain :

Coba untuk menentukan suatu waktu untuk BAB secara rutin. Waktu terbaik yaitu setelah waktu makan atau sesaat setelah mandi di pagi hari.

Jangan tergesa-gesa. Rileks dan sabar. Berikan waktu hingga 45 menit, jika diperlukan.

Gosok perut Anda secara perlahan untuk membantu pergerakan usus besar sehingga BAB lancar.

Segera bergegas ke toilet jika Anda merasakan untuk BAB. Jangan pernah ditunda.( www5.republika.co.id)
Tambahkan Artikel Ke Bookmarks

Lingkar Pinggang Bisa Mendeteksi Penyakit

Jangan remehkan gangguan kesehatan yang terkesan sepele. Seperti ketika lingkar pinggang Anda bertambah, meski bobot tubuh ideal.

Ukuran pinggang bisa memprediksi berbagai risiko kesehatan seperti penyakit jantung dan diabetes. Deteksi penyakit melalui ukuran pinggang ini dinilai cukup efektif dibandingkan lewat pengukuran indeks massa tubuh.

Mengukur lingkar pinggang sangat mudah. Lingkarkan meteran tubuh yang biasa digunakan penjahit di atas pusar. Jika ukuran lingkar pinggang menyentuh angka 35 inci pada wanita dan 40 inci pada pria, atau lebih, perlu waspada karena masuk kategori bahaya.

Lingkar pinggang wanita lebih dari 35 inci menunjukkan risiko sindroma metabolik. Suatu kumpulan kondisi yang meningkatkan risiko diabetes dan penyakit jantung. Bahkan, ketika Anda memiliki berat badan yang cukup ideal.

“Perut gendut dengan lingkar pinggang lebih dari ideal bisa menekan lemak di paru-paru. Terutama ketika menekuk pinggang akan membuat Anda sulit bernapas,” kata Gerald Fletcher, MD, seorang ahli jantung di Mayo Clinic di Jacksonville, Florida.

Untuk mengatasinya, lakukan olahraga secara teratur untuk membakar kalori tubuh. Perlu juga mengontrol denyut jantung secara rutin setalah melakukan latihan. Selain berolahraga, ganti karbohidrat berkadar gula tinggi seperti roti putih, permen dan biskuit dengan karbohidrat rendah kalori.(kosmo.vivanews.com)

Cokelat melindungi Otak Dari Stroke

Senyawa yang ditemukan di dalam cokelat gelap dan teh dapat melindungi otak dari cedera akibat stroke. Demikian hasil penelitian baru oleh ilmuwan dari Sekolah Kedokteran Universitas Johns Hopkins di Baltimore, Maryland, Amerika, yang diterbitkan dalam edisi online 5 Mei 2010 oleh Journal of Cerebral Blood Flow and Metabolism.

Dari studi sebelumnya tentang epidemiologi, diketahui bahwa makanan nabati kaya polifenol, seperti flavanol, dapat menurunkan risiko penyakit jantung iskemik (penyakit yang diakibatkan suplai darah ke jantung). Sementara dalam studi ini, Dr Sylvain Doré, profesor anestesiologi dan perawatan kritis dan farmakologi dan ilmu-ilmu molekuler di Universitas Johns Hopkins, dan koleganya, menyelidiki apakah epicatechin (EC), yang mengandung flavanol, yang ditemukan di kakao dan teh, bisa melindungi tikus dari kerusakan otak akibat stroke iskemik (di mana pasokan darah ke otak terputus).

Untuk penelitian ini, mereka memberi makan tikus dengan 5, 15, atau 30 mg / kg dosis EC dan 90 menit kemudian tikus tersebut diinduksi dengan stroke iskemik, dengan memotong pasokan darah ke otaknya.

Para peneliti menemukan bahwa mencit yang diberi makan dengan EC secara signifikan sedikit mengalami kerusakan otak dibandingkan dengan tikus yang tidak dikasih makan dengan EC.

Mereka juga menemukan bahwa tikus yang diberikan 30 mg / kg EC dalam waktu 3,5 jam setelah diinduksi stroke, secara signifikan juga hanya sedikit mengalami kerusakan otak. Tapi, ketika diberikan 6 jam kemudian, tidak ada efek perlindungan.

(Biasanya pada manusia, perawatan untuk mencegah kerusakan otak akibat stroke harus diberikan dalam waktu dua sampai tiga jam.)

Walau demikian, para peneliti tidak menganjurkan kita makan cokelat banyak-banyak, yang juga tinggi kalori dan lemak. Orang harus diet tinggi dengan berbagai buah dan sayuran, kata mereka.

Doré menambahkan bahwa jumlah epicatechin yang diperlukan untuk memberi manfaat perlindungan mungkin hanya kecil karena efeknya tidak langsung: mereka mungkin “melejitkan” pelindung pada jalur-jalur yang sudah ada:

“Epicatechin sendiri tidak dapat melindungi sel-sel otak dari kerusakan akibat radikal bebas secara langsung, tetapi sebaliknya, epicatechin, dan metabolitnya, dapat mendorong sel untuk membela diri,” kata Doré.

Dia juga mengingatkan bahwa tidak semua jenis cokelat gelap mengandung epicatechin yang sama.

“Epicatechin yang ditemukan dalam cokelat gelap sangat sensitif terhadap perubahan panas dan cahaya,” kata Doré, menjelaskan bahwa Anda harus memastikan tidak menghancurkan senyawa tersebut ketika Anda membuat cokelat.(tempointeraktif.com)

Manfaat Telur Bagi Kesehatan Tubuh

TELUR. Seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan bahaya kolesterol, selain daging, kuning telur kini termasuk makanan yang dihindari. Padahal, para ahli kini menyimpulkan bahwa telur tidak memengaruhi kadar kolesterol secara signifikan.

Hal itu didukung oleh data statistik berdasarkan 224 studi mengenai diet yang dilakukan selama 25 tahun. Diketahui bahwa bukan kolesterol yang memengaruhi kadar kolesterol dalam darah, tetapi lemak jenuh. Telur diketahui hanya mengandung sedikit lemak jenuh.

Penelitian terkini juga menunjukkan bahwa mengonsumsi telur bisa memperbaiki kadar lipid (kolesterol) seseorang yang kolesterolnya naik saat mengonsumsi makanan kaya kolesterol.

Ada begitu banyak nutrisi penting dalam sebutir telur. Sebut saja choline, yang sangat penting untuk fungsi otak dan kesehatan.

Satu buah kuning telur mengandung lebih dari 25 persen kebutuhan choline setiap hari. Orang dewasa membutuhkan 425 g choline per hari, sedangkan anak balita butuh 250 gr per hari. Sebuah penelitian mengungkapkan konsumsi choline yang cukup bisa menurunkan risiko kanker payudara.

Telur juga mengandung anti-oksidan serta lutein yang membantu mencegah gangguan penglihatan akibat penuaan dan katarak. Kadar lutein dalam telur bahkan lebih banyak dibanding pada sayuran berdaun hijau.

Orang yang punya penyakit jantung pun tidak disarankan untuk pantang telur. Mereka disarankan untuk mengurangi konsumsi kuning telur menjadi dua kali dalam seminggu. Studi terkini juga tidak menemukan kaitan antara makan enam kuning telur setiap minggu dengan kejadian serangan jantung atau stroke pada orang sehat.

Untuk mendapatkan manfaat lebih dari telur, saat ini di pasaran tersedia telur yang sudah diperkaya dengan omega-3. Telur yang diperkaya ini termasuk dalam telur plus-plus. Karena selain mengandung nutrisi dalam telur, juga mengandung asam lemak yang melindungi jantung.

Para ahli merekomendasikan konsumsi 1.000 mg DHA dan EPA setiap hari, mengingat kebanyakan orang jarang mengonsumsi ikan. Untuk mendapatkan manfaat yang sama, disarankan mengonsumsi telur yang sudah diperkaya dan mengandung 300 mg omega-3 ini.

Sumber:kesehatan.kompas.com

Jumat, 18 Juni 2010

Pengembangan Padi Hibrida untuk Meningkatkan Produksi Beras

Sampai saat ini, nasi masih merupakan pangan utama bagi penduduk Indonesia. Konsumsi beras penduduk Indonesia masih mencapai 559 gram (setara gabah kering) per kapita per hari pada tahun 2005 (FAOSTAT, 2005) atau setara dengan 352 gram beras per kapita per hari dengan asumsi faktor konversi rendemen gabah kering – beras 0.63. Jumlah ini memberikan kontribusi energi sebesar 1930,7 Kcal (FAOSTAT, 2005) atau sebesar 48,1% dari total energi yang diperoleh seorang penduduk dari konsumsi keseluruhan kelompok komoditas pangan yang terdapat dalam daftar di database FAO.

Dengan tingkat konsumsi tersebut, Indonesia termasuk memiliki konsumsi beras yang relatif tinggi di dunia dan berada pada posisi keenam di bawah Myanmar, Laos, Kamboja, Viet Nam dan Bangladesh (Gambar 1). Sedangkan secara agregat konsumsi nasional Indonesia mencapai 45,5 juta ton selama setahun dan jumlah ini menempatkan konsumsi nasional Indonesia berada pada posisi ketiga terbesar di dunia di bawah Cina (157 juta ton) dan India (116 juta ton) pada tahun 2005 tersebut (FAOSTAT, 2005).



Gambar 1. Tingkat konsumsi beras 162 negara-negara dunia (Sumber: FAOSTAT, 2005, diolah)

Jika dilihat dari produksi gabah yang mencapai 54,4 juta ton gabah kering pada tahun 2006 lalu (BPS, 2006 ; Deptan, 2006), seharusnya kita sudah dapat dianggap mampu memenuhi kebutuhan sendiri, terlepas dari adanya berbagai permasalahan pengelolaan stok dan distribusi beras yang dihadapi selama ini yang memaksa kita untuk melakukan impor beras.

Hanya saja laju pertumbuhan penduduk yang mencapai 1,34% (BPS, 2006), mengharuskan kita untuk terus meningkatkan produksi gabah (beras) ini. Dan tahun ini, kita ditargetkan untuk mampu meningkatkan produksi sebanyak 2 juta ton setara beras dibandingkan tahun 2006 yang lalu untuk terus memberikan jaminan kecukupan pangan nasi kepada seluruh penduduk Indonesia.

Diperlukan padi berdaya hasil tinggi

Bila kita mengikuti kecenderungan pertumbuhan produksi gabah tahunan sejak tahun 1970, kita akan melihat bahwa pada awal sampai dengan pertengahan tahun 1980-an produksi gabah mengalami kecenderungan pertumbuhan tertinggi dan pada periode 2000-an kini pertumbuhan tersebut relatif kecil meskipun tetap ada peningkatan produksi gabah sampai dengan tahun 2006 (Gambar 2).

Beberapa permasalahan yang dihadapi terkait produksi yang menyebabkan lambatnya pertumbuhan ini diperkirakan adalah distribusi pupuk yang seringkali bermasalah, sarana irigasi yang sudah tidak lagi memadai, pemakaian obat-obatan/pestisida yang sudah tidak lagi mendapat dukungan berhubung potensinya merusak lingkungan dan lain-lain, di samping pula bencana alam yang beberapa tahun terakhir ini dialami oleh bangsa Indonesia dan turut mengakibatkan rusaknya areal pertanaman padi.

Gambar 2. Grafik pertumbuhan produksi gabah nasional Indonesia tahun 1970-2006 (Sumber: Database Deptan, 1970-2006, diolah)

Selain itu, lambatnya pertumbuhan produksi ini juga disebabkan karena varietas padi yang umum ditanam oleh petani kita pada saat ini, mempunyai daya hasil yang relatif tidak terlalu tinggi yaitu berkisar antara 4,5-6 ton/ha gabah kering, misalnya IR64 yang dilepas pada tahun 1986 dan masih umum dipakai sampai saat ini, hanya mampu mencapai 5 ton/ha gabah kering. Dengan daya hasil seperti ini, tentunya tidak akan berpengaruh secara signifikan terhadap kenaikan gabah jika berbagai ‘input’ produksi (seperti irigasi dan pupuk berimbang) diberikan, berhubung rata-rata produktivitas padi nasional sudah mencapai 4,6 ton/ha (BPS, 2006 ; Deptan, 2006) atau sudah mendekati daya hasil maksimal varietas-varietas padi tersebut.

Jika kita mengikuti perkembangan teknologi pemuliaan tanaman padi pada saat ini, kita akan menemukan informasi dari berbagai sumber bahwa padi yang berdaya hasil tertinggi saat ini dimiliki oleh padi hibrida. Cina dikenal sebagai pengembang padi hibrida pertama kali sejak tahun 1976, dengan potensi produksi yang pada awalnya rendah dan belakangan diperoleh sejumlah varietas padi hibrida yang mempunyai produktivitas mencapai 11,4 ton hingga 12,6 ton/ha gabah kering.

Di Indonesia sendiri pengembangan padi hibrida dapat dianggap tertinggal sehingga hadir tuntutan untuk mempercepat riset dan komersialisasi padi hibrida. Kemampuan penyediaan benih padi hibrida ini masih sangat terbatas di Indonesia, sehingga dalam rencana benih padi berbantuan yang diprogramkan oleh pemerintah pada tahun 2007 ini, jumlah benih padi hibrida yang dimasukkan dalam program ini hanya berkisar 2,55% dari keseluruhan kebutuhan nasional yang berjumlah 106,7 ribu ton benih padi. Diharapkan dengan adanya pengembangan padi hibrida ini, produksi beras nasional dapat meningkat sesuai dengan kebutuhan konsumsi penduduk Indonesia.

Pemuliaan padi hibrida belajar dari jagung hibrida

Benih jagung hibrida telah dipergunakan secara luas, baik di Indonesia secara khusus maupun di dunia pada umumnya. Pengetahuan tentang heterosis pada tanaman menyerbuk silang seperti jagung, melatarbelakangi pemanfaatan fenomena ini pada tanaman menyerbuk sendiri (inbreeding) seperti pada tanaman padi, kacang-kacangan dan yang lainnya. Heterosis sendiri adalah fenomena di mana hibrida F1 atau turunan pertama yang diperoleh dari tetua-tetua yang berbeda, menunjukkan superioritas sifat yang melampaui tetuanya. Superioritas tersebut dapat ditampilkan dalam nilai matematis positif maupun negatif, misalnya produtivitas tinggi (nilai positif) dan umur genjah (nilai negatif).

Munculnya sifat superior ini diistilahkan juga dengan sebutan ketegaran hibrid (hybrid vigor) atau dalam istilah lain dengan sebutan perbaikan keturunan (outbreeding enhancement). Sifat superior ini merupakan penampakan atau ekspresi dari alel gen yang heterozigot. Dan hal yang terpenting yaitu bahwa sifat heterosis ini hanya terjadi pada turunan pertama (F1), sedangkan pada turunan berikutnya (F2, F3, dst) terjadi segregasi atau pemisahan alel gen yang tidak menjamin tanaman masih heterozigot. Hal inilah salah satu yang membedakannya dengan tanaman menyerbuk sendiri yang cenderung homozigot dan mengalami tekanan penyerbukan sendiri (tekanan inbreeding) seperti pada tanaman padi.

Secara konvensional sebetulnya produksi benih jagung hibrida dapat dilakukan dengan menyilangkan antara tetua jantan dan tetua betina. Butiran biji jagung yang dihasilkan pada tetua betina itu kemudian nantinya dijadikan benih jagung hibrida. Untuk menjamin butiran biji jagung yang dihasilkan betul-betul hibrida hasil silangan dari serbuk sari tetua jantan tanpa terkontaminasi serbuk sari tanaman tetua betina, maka dilakukan sterilisasi bunga jantan (tassel / malai) pada tetua betina itu sendiri yaitu dengan memangkas malai.

Sterilisasi bunga jantan ini cukup dimungkinkan dan relatif lebih mudah pada tanaman jagung karena secara anatomi baik bunga jantan yang berupa malai dan bunga betina berupa tongkol terletak pada posisi yang terpisah di sebuah tanaman jagung dan memiliki ukuran yang relatif besar. Malai terletak di pucuk tanaman sedangkan tongkol terletak pada ketiak daun.

Namun hal ini relatif sulit dilakukan pada tanaman menyerbuk sendiri yang memiliki ukuran bunga kecil, terlebih lagi letak putik (betina) dan benang sarinya (jantan) berada pada satu kelopak seperti pada bunga padi. Oleh karena itulah salah satu tahapan dalam pemuliaan padi hibrida adalah menyeleksi dan memproduksi tanaman yang secara genetik memiliki benang sari (jantan) mandul atau dengan perlakuan tertentu dapat diperoleh jantan mandul untuk dijadikan tetua betina.

Fenomena jantan mandul pada bunga sebetulnya telah dikenal sejak dulu, hal ini diketahui dari makalah yang ditulis oleh Joseph Gottlieb Kolreuter, ilmuwan botani dari Jerman pada tahun 1772 (dipublikasikan tahun 1788). Khusus pada bunga padi, fenomena jantan mandul ini terdapat pada jenis padi liar Oryza perennis. Namun hal ini baru dipelajari untuk keperluan pemuliaan tanaman padi oleh ilmuwan dari Cina, Yuan Longping, sejak tahun 1964. Selama sembilan tahun melakukan penelitian, pada tahun 1973, Yuan Longping yang saat itu juga menjadi pengajar genetika dan pemuliaan tanaman pada Anjiang Agricultural School di Propinsi Hunan – Cina, akhirnya berhasil mengembangkan sumber daya genetik padi yang diberi nama galur A, B dan R.

Ketiga galur ini dipergunakannya untuk pemuliaan padi hibrida dan berhasil dikomersialisasikan di Cina pada tahun 1976. Belakangan komersialisasi padi hibrida ini semakin meluas sampai ke India dan Asia Tenggara. Bahkan diberitakan bahwa salah satu jenis padi hibrida yang baru saja diujicobakan di Indonesia berasal dari nama ilmuwan Cina tersebut yaitu varietas Long Ping. Beberapa jenis/varietas padi hibrida yang telah dilepas di Indonesia dapat dilihat pada Tabel 1.

Tabel 1. Varietas padi hibrida di Indonesia



Padi hibrida sistem tiga galur dan sistem dua galur

Pemberian nama ketiga galur A, B dan R inilah yang membangun metode pemuliaan padi hibrida sistem tiga galur (three line system). Dalam berbagai makalah ilmiah ketiga galur ini disebutkan pula dengan istilah ‘CMS’ (mewakili galur A), ‘maintainer‘ (mewakili galur B) dan ‘restorer‘ (mewakili galur R).

CMS (cytoplasmic male sterile) atau diartikan jantan mandul pada sitoplasma, merupakan galur yang secara genetik membawa sifat jantan mandul ditandai dengan ketidakmampuan bunga padi menghasilkan serbuk sari yang fertil. Sifat genetik ini dibawa oleh DNA faktor S (sterility) pada mitokondria yang terdapat di sitoplasma (mitochondrial DNA) dan berinteraksi dengan DNA dari alel gen resesif (rf) yang terdapat di inti sel (nuclear DNA). Sifat ini hanya diturunkan dalam garis keturunan ibu (maternally inheritance).

Agar diperoleh kemurnian galur, perbanyakan galur CMS ini dilakukan dengan menyilangkannya dengan galur yang mempunyai sifat yang persis sama dengan galur CMS. Hanya saja terdapat sedikit perbedaan yaitu adanya DNA faktor N (normal) pada mitokondrianya dan ditandai dengan kemampuan galur tanaman tersebut menghasilkan serbuk sari yang fertil. Galur inilah yang disebut sebagai ‘maintainer’ atau diartikan sebagai pemelihara. Keturunan dari persilangan ini akan mempunyai sifat yang sama dengan galur CMS termasuk sifat jantan mandulnya dan keturunan dari persilangan inilah yang nantinya diperlakukan sebagai tetua betina.

Kemudian untuk menghasilkan turunan pertama (F1), keturunan dari persilangan CMS dan ‘maintainer’ disilangkan lagi dengan galur ‘restorer’ atau dapat dituliskan dengan formula persilangan (A x B) x R. Keturunan dari persilangan inilah yang dikenal kemudian sebagai padi hibrida. Sedangkan sebutan ‘restorer’ atau pemulih pada galur R ini didasarkan karena sifatnya yang memulihkan sifat dari jantan mandul menjadi berkemampuan menghasilkan serbuk sari fertil kembali, sehingga benih padi hibrida yang dihasilkan dapat dipergunakan untuk produksi padi konsumsi di tingkat petani. Kemampuan pemulihan ini dipengaruhi oleh keberadaan alel gen dominan Rf (restorer fertility) di inti sel galur ‘restorer’.

Di samping pemuliaan padi hibrida tiga galur, dikenal pula pemuliaan padi hibrida dua galur (two line system) dan pemuliaan padi hibrida apomiksis (one line system). Pemuliaan tanaman dua galur ini tetap memanfaatkan fenomena jantan mandul hanya saja perbedaannya kemandulan tersebut diinduksi oleh perlakuan faktor lingkungan yang berinteraksi dengan faktor genetik tanaman sehingga diistilahkan juga dengan sebutan ‘Environment-sensitive Genic Male Sterility system’ (EGMS system) (Virmani dkk, 2003).

Salah satu perlakuan lingkungan fisik untuk menghasilkan jantan mandul yang paling sering dipergunakan oleh para ilmuwan yaitu dengan induksi suhu atau dikenal dengan sebutan ‘Temperature-sensitive Genic Male Sterility’ (TGMS). Keuntungan sistem EGMS / TGMS ini yaitu tidak memerlukan galur ‘maintainer’, karena perbanyakan galur jantan mandul tersebut dapat dilakukan dengan perlakuan lingkungan / suhu, hanya saja kekurangan dari sistem ini yaitu jika terjadi perubahan lingkungan di luar dugaan, maka akan menggagalkan proses induksi kemandulan. Khusus untuk pemuliaan padi hibrida apomiksis yaitu tanpa proses persilangan secara seksual (asexual), pengembangannya belum cukup maju dibandingkan dua sistem yang lainnya, sehingga prospek pengembangannya masih dalam taraf pengkajian (Kaushal dkk, 2004).

Hal yang terpenting yaitu perlu dipahami bahwa metode pemuliaan padi hibrida cukup berbeda dengan pemuliaan konvensional yang telah mampu menghasilkan berbagai varietas unggul saat ini. Pemuliaan konvensional berbasis ‘pedigree method’ dan ‘bulk method’ cukup menghabiskan waktu dan tenaga untuk menghasilkan varietas unggul, misalnya pada perakitan padi varietas IR64 oleh IRRI diperoleh dari hasil persilangan yang melibatkan 44 tetua. Pemanfaatan fenomena mandul jantan menjadi kunci kemudahan menjaga kemurnian genetik tetuanya. Tentunya di samping sifat mandul jantan dan sifat-sifat pendukung lainnya, galur-galur tetua ini telah diseleksi sifat-sifat pilihan yang dibutuhkan untuk keperluan pemuliaan tersebut, misalnya untuk produktivitas tinggi, umur genjah, tahan hama-penyakit, responsif terhadap pemupukan, tahan lingkungan ekstrim dan atau sifat-sifat lainnya. Inilah yang perlu dipersiapkan untuk menghasilkan benih padi hibrida, dan rasanya pemulia-pemulia tanaman kita akan mampu untuk melakukannya, semoga saja.

Biodiesel dari Tanaman Jarak

Minyak jarak (Jatropha oil) akhir-akhir ini mulai banyak diperkenalkan sebagai energi alternatif biodiesel. Biodiesel tersebut dihasilkan dari minyak yang diperoleh dari biji tanaman jarak yang banyak tumbuh di daerah tropis seperti Indonesia. Dan dalam berbagai penelitian tentang minyak yang dihasilkan oleh tanaman ini dalam pembahasan berikut, tampaknya dapat menjadi substitusi bahan bakar diesel.

Tamanan Jarak ‘Physic Nut’

Tanaman jarak penghasil biodiesel ini berasal dari jenis tanaman jarak pagar yang dalam bahasa Inggris bernama ‘Physic Nut’ dengan nama species Jatropha curcas, tanaman ini seringkali salah diidentifikasi dengan tanaman jarak yang dalam bahasa Inggris disebut ‘Castor Bean’ dengan nama species Ricinus communis.

Kedua tanaman ini berasal dari kerabat klasifikasi tanaman (family) yang sama yaitu ‘Euphorbiaceae’. Tidak sedikit dari kerabat klasifikasi tanaman Euphorbiaceae ini dikenal dengan nama lokal Indonesia sebagai tanaman jarak. Bahkan Jatropha sendiri sebagai sebuah ‘genus’ dalam klasifikasi tanaman memiliki 12 species, semuanya dikenal dalam nama lokal sebagai ‘tanaman jarak’.

Selain dikenal dengan nama lokal yang sama, tanaman jarak ‘Physic Nut’ dan ‘Castor Bean’ ini juga sama-sama banyak ditemukan di daerah tropis seperti Indonesia, bahkan juga dari kedua jenis tanaman ini dapat diperoleh ekstrak minyak dari bijinya. Hanya saja tanaman jarak ‘Castor Bean’ seringkali terkait dengan produksi ‘ricin’ yaitu racun yang sangat berbahaya dan banyak digunakan untuk penelitian terapi penyakit kanker, sedangkan tanaman jarak ‘Physic Nut’ lebih banyak terkait dengan informasi ‘biodiesel’ atau ‘biofuel’. Meskipun nama lokal sama, tentu saja kedua tanaman ini jelas berbeda baik dalam bentuk morfologi tanaman maupun minyak yang dihasilkannya.

Minyak jarak pada Mesin

Menjelang pertengahan tahun 2004 yang lalu, DaimlerChrysler, salah satu perusahaan otomotif terkemuka, berhasil mengujicobakan penggunaan bahan bakar BTL (Biomass to Liquid) pertama di dunia pada mobil Mercedes-Benz seri C (Mercedes-Benz C 220, red.), menempuh jarak 5.900 km dalan kondisi lingkungan yang ekstrim di India (India Daily, 19/7/2004). Bahan bakar tersebut kemudian diberi nama dagang SunDiesel, diperoleh dari minyak jarak dan merupakan salah satu program DaimlerChrysler dalam mengembangkan Biodiesel.

Manfaat minyak jarak sebagai substitusi bahan bakar sebetulnya telah lama diketahui. Misalnya melalui review yang dipublikasikan oleh Gubitz dkk (1999) pada jurnal Bioresource Technology edisi 67, disebutkan bahwa tahun 1997 grupnya di Austria, telah mempublikasikan hasil uji adaptasi minyak jarak pada mesin diesel standar. Di dalam review tersebut juga disebutkan bahwa jauh sebelum pengujian tersebut dilaksanakan, pada tahun 1982, peneliti dari Jepang juga telah memperoleh hasil memuaskan dalam menguji performansi mesin dalam menggunakan minyak jarak di Thailand.

Pengembangan Minyak jarak di Indonesia

Pengembangan minyak dari tanaman jarak melalui pendekatan ilmiah di Indonesia, dipelopori oleh Dr. Robert Manurung dari Institut Teknologi Bandung (ITB) sejak tahun 1997 dengan fokus ektraksi minyak dari tanaman jarak. Sejak tahun 2004 yang lalu, penelitian ini mendapat dukungan dari Mitsubishi Research Institute (Miri) dan New Energy and Industrial Technology Development Organization (NEDO) dari Jepang (Kompas, 12/5/2005).

Menghadapi krisis kelangkaan BBM dan kenaikan harga BBM di Indonesia, Pemerintah mulai menggali sumber-sumber energi alternatif. Minyak jarak ini pun mulai mendapatkan perhatian serius dari Pemerintah. Setelah dirintis oleh ITB kemudian diikuti oleh IPB, dan selanjutnya diikuti oleh lembaga pemerintah pusat yaitu BPPT, dan oleh pemerintah daerah seperti Pemprov. Nusa Tenggara Timur, Pemprov. Nusa Tenggara Barat, Pemkab. Purwakarta dan Pemkab. Indramayu, serta oleh BUMN seperti PT. Pertamina, PT. PLN dan PT. Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), semua saling bekerja sama untuk pengembangan minyak jarak sebagai bahan bakar minyak alternatif ini. Tidak ketinggalan Sekolah Menengah Kejuruan bidang pertanian pun akan mengikuti pengembangan minyak jarak ini, untuk bahan bakar minyak alternatif.

Peluang

Setidaknya ada satu optimisme peluang pasar minyak jarak ini cukup terbuka dengan munculnya pernyataan Direktur Utama Pertamina yang menyebutkan bahwa Pertamina siap menampung minyak jarak dari masyarakat untuk diproses lebih lanjut sebagai Biodiesel (www.pertamina.com , 18/8/2005). Bahkan Jepang yang terikat komitmen Protokol Kyoto bersiap-siap membeli produk energi alternatif dari minyak jarak ini

Rabu, 16 Juni 2010

Al-qur’an Abadikan 22 Sifat Bangsa Israel

Bukan kali ini Israel melakukan tindakan brutal dan tidak manusiawi terhadap para relawan kemanusiaan dari berbagai negara di Kapal Mavi Marmara.

Hingga Selasa (1/6/2010), dilaporkan 19 orang aktivis kemanusiaan tewas dalam penyergapan tentara Israel tersebut dan puluhan orang lainnya terluka. Namun sebelum tragedi Mavi terjadi, bangsa zionis ini sudah menumpahkan darah dengan membantai secara keji dan biadab rakyat Palestina.

Tua-muda, wanita hingga anak-anak warga Palestina yang tidak berdosa menjadi kekejaman kaum penjajah itu. Kutukan dan kecaman dari berbagai negara di dunia hanya dianggap angin lalu. Israel tetap melakukan misinya mendirikan negara di tanah Palestina.

Israel juga tidak sudi atas kemerdekaan bangsa Palestina. Tak ayal, sepanjang sejarah perjalanan kaum Zionis ini kental dengan perang dan pertumpahan darah di tanah Palestina. Israel menjadi biang kerok konflik di kawasan Arab ini. Meski wilayah dan penduduknya sedikit, anehnya dunia hanya bisa mengutuk keganasan Israel tanpa ada tindakan konkret.

Padahal jelas-jelas agresi terhadap Palestina adalah pelanggaran hak azasi manusia. Israel nyata-nyata menjadi penjahat perang. Namun sayangnya PBB hanya bisa mengeluarkan sederet resolusi tanpa efek, sedangkan negara Arab dan komunitas Muslim dunia pun tidak mampu berbuat banyak layaknya macan ompong.

Jika melihat karakter Israel demikian, sebenarnya tidak perlu heran. Sebab, Allah SWT melalui wahyunya dalam Alquran sudah menggambarkan sifat buruk orang-orang Yahudi yang zalim, membuat kerusakan di muka bumi, dan senang mengobarkan api peperangan dengan bangsa lainnya, terutama kaum Muslimin.

Dalam Alquran sedikitnya disebutkan 22 sifat burum bangsa Yahudi, yakni:

1. Keras hati dan dzalim (Al-Baqarah:75,91,93,120,145,170; An-Nisa:160; Al-Maidah:41)
2. Kebanyakan fasik dan sedikit beriman kepada Allah SWT (Ali Imran:110; An-Nisa:55)3. Musuh yang paling bahaya bagi orang-orang Islam (Al-Maidah:82)
3. Amat mengetahui kekuatan dan kelemahan orang-orang Islam seperti mereka mengenal anak mereka sendiri (Al-An’am:20)
4. Mengubah dan memutarbalikkan kebenaran (Al-Baqarah:75,91,101,140,145,211; Ali Imron:71,78; An-Nisa:46; Al-Maidah:41)
5. Menyembunyikan bukti kebenaran (Al-Baqarah:76,101,120,146; Ali Imron:71)
6. Hanya menerima perkara-perkara atau kebenaran yang dapat memenuhi cita rasa atau nafsu mereka (Al-Baqarah:87,101,120,146; Al-Maidah:41)
7. Ingkar dan tidak dapat menerima keterangan dan kebenaran AlQuran (Al-Baqarah:91,99; Ali Imron:70)
8. Memekakkan telinga kepada seruan kebenaran, membisukan diri untuk mengucapkan perkara yang benar, membutakan mata terhadap bukti kebenaran dan tidak menggunakan akal untuk menimbangkan kebenaran (Al-Baqarah:171)
9. Mencampuradukkan yang benar dan yang salah, yang hak dan yang batil (Ali Imran:71)
10. Berpura-pura mendukung orang Islam tetapi apabila ada di belakang orang-orang Islam, mereka mengutuk dengan sekeras-kerasnya (Al-Baqarah:76; Ali Imran:72,119)
11. Hati meraka sudah tertutup akan Islam karena dilaknat oleh Allah SWT yang disebabkan oleh kekufuran mereka sendiri (Al-Baqarah:88,120,145,146)
12. Kuat berpegang pada rasa kebangsaan mereka dan mengatakan bahwa mereka adalah bangsa yang istimewa yang dipilih oleh Tuhan dan menyakini agama yang selain daripada Yahudi adalah sala (Al-Baqarah:94,111,113,120,135,145; Al-Maidah:18)
13. Tidak akan ada kebaikan untuk seluruh manusia jika mereka memimpin (An-Nisa:53)
14. Tidak suka, dengki, iri hati terhadap orang-orang Islam (Al-Baqarah:90,105,109,120)
15. Mencintai kemewahan dan kehidupan dunia, bersifat tamak dan rakus, menginginkan umur yang panjang dan mengejar kesenangan serta takut akan kematian (Al-Baqarah:90,95,96,212)
16. Berkata bohong, mengingkari janji dan melampaui batas (Al-Baqarah:100,246,249 Ali Imran:183,184; An-Nisa:46)
17. Berlindung di balik mulut yang manis dan perkataan yang baik (Al-Baqarah:204,246; Ali Imron:72; An-Nisa:46)
18. Mengada-ada perkara-perkara dusta dan suka kepada perkara-perkara dusta (Ali Imran:24,94,183,184; Al-Maidah:41)
19. Berlaku sombong dan memandang rendah terhadap orang-orang Islam (Al-Baqarah:206,212,247)
20. Tidak amanah dan memakan hak orang lain dengan cara yang salah (Ali Imran:75,76; At-Taubah:34
21. Selalu melakukan kerusakan dan menganjurkan peperangan (Ali Imran:64)(ram)

Jumat, 21 Mei 2010

Perlukah Bayi Disunat?

KOMPAS.com — "Bayi saya baru berumur 10 bulan. Beberapa hari yang lalu dia panas tinggi. Sudah sempat cek darah, tapi tidak ditemukan hal-hal yang mengkhawatirkan. Ketika dibawa ke dokter, dokter bertanya soal kebiasaan pipis anak saya. Saya bilang pipisnya normal. Setelah diperiksa, ternyata kulit yang menutup penisnya tidak bisa dibuka secara sempurna. Beliau menyarankan agar bayi saya disunat. Sebenarnya, di usia berapakah sebaiknya sunat itu dilakukan?" (Surat dari Kinar, Kampung Ambon)

Sebelum membahas soal sunat, mungkin sebaiknya dibahas dulu mengenai demam yang membuat Anda harus membawa si kecil ke dokter. Sayang tidak disebut berapa lama demam terjadi, dan kapan pemeriksaan darah dilakukan. Menurut dr Fransisca Handy, SpA, dokter anak dan konsultan laktasi, demam—seperti halnya batuk dan pilek—adalah penyakit yang sehari-hari terjadi pada anak, terutama balita. Penyakit-penyakit ringan ini merupakan bagian dari tumbuh kembang anak. Inilah "ajang pelatihan" bagi daya tahan tubuh si anak sekaligus pertanda bahwa daya tahan tubuh anak sedang bekerja.

Penyakit-penyakit ringan ini sebagian besar disebabkan oleh virus yang bersifat sel limiting disease (sembuh sendiri). Demam yang tinggi tidak menggambarkan bahwa penyakitnya lebih berat daripada demam yang rendah karena demam akibat virus umumnya justru tinggi. Pemeriksaan penunjang (laboratorium) biasanya dilakukan bila demam telah berlangsung lebih dari tiga hari.

Bila dari pemeriksaan fisik dan hasil lab darah tidak ditemukan kelainan, pada anak di bawah 2 tahun infeksi saluran kemih (ISK) memang perlu dicurigai. Selanjutnya kecurigaan ini tentu perlu dibuktikan terlebih dahulu sebelum menentukan pengobatannya. ISK dibuktikan dengan melakukan pembiakan (kultur) terhadap air seni yang biasanya memerlukan waktu antara 3-7 hari. Bila dari hasil pembiakan terbukti bahwa didapat bakteri dengan jumlah koloni >100.000/ml, diagnosis ISK baru dapat ditegakkan.

Melekatnya kulit penutup penis dengan penis itu sendiri (dikenal dengan istilah fimosis) memang merupakan salah satu faktor risiko ISK. Membuang sebagian kulit penutup penis (yang dilakukan pada sunat) tentu menjadi salah satu cara mengurangi risiko ISK tersebut.

Tetapi, bayi laki-laki secara normal sebagian besar memang mengalami fimosis. Pada usia 2 tahun fimosis akan dengan sendirinya mulai berkurang sedikit demi sedikit hingga akhirnya kulit penutup penis tersebut akan mudah disingsingkan dan dibersihkan.

Bila ISK memang terbukti, selain pengobatan antibiotik, pencegahan amat perlu. Pencegahan utama adalah dengan melakukan toilet training, tidak menggunakan diaper atau popok, dan segera mengganti celana bayi bila basah. Bersihkanlah daerah anus dan alat kelamin dari arah depan ke belakang (dari alat kelamin ke anus) dengan air biasa (bukan dengan tisu basah karena mengandung pewangi atau alkohol). Bila ISK berulang perlu dipertimbangkan untuk menghilangkan pelekatan penis dengan kulit penutupnya. Tidak harus dengan sunat, bisa juga dengan tindakan melonggarkan pelekatan yang terjadi (oleh dokter).

Pada dasarnya sunat adalah keputusan pribadi masing-masing yang biasanya juga didasari alasan kepercayaan. Tidak ada pedoman batasan usia untuk melakukan sunat. Secara medis, sunat memang memberi beberapa keuntungan, seperti mengurangi risiko infeksi saluran kemih dan penyakit menular seksual lainnya. Namun, sunat bukan satu-satunya cara untuk mengurangi risiko-risiko tersebut dan dengan sunat tidak berarti pasti bebas dari risiko penyakit tersebut. Nah, sebelum Anda memutuskan sunat atau tidak, buktikan dulu adanya ISK.

Selasa, 18 Mei 2010

Doa, Mimpi, dan Teka-teki

Embun yang menyejukkan subuh itu yang terbaca oleh daun dan bunga : adalah gema yang dibisikkan langit, ketika doamu sampai, dan Dia diam-diam merencanakan kisah untukmu, Tapi merahasiakan jawabannya dalam teka-teki yang mesti kau tebak sendiri..?

Embun yang bertahan di ujung rumputan hingga dijemput kembali oleh jari-jari matahari : adalah kata sandi yang mesti kau kumpulkan , agar kelak tersusun sebuah cerita, sampai akhirnya kau sendiri sepenuhnya memahami ketika kamu bermimpi…?

Embun yang berulang kali datang lagi ke dingin kaca jendela kamar tidurmu adalah suara yang memanggilmu dari kejauhan sana,,,,,?
Tapi dia tak sampai hati,,, takut mengganggu mimpimu & dia menunggu saja di luar itu bersiaga, ,,,,kelak ketika suatu hari pintu tidurmu terbuka oleh mimpi yang selalu kau pinta dalam doa-do’amu maka pesan itu pun disampaikannya: …….???

Entri Populer